Siapa Kita Dihadapan Allah

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

    Siapa sebenarnya kita ini? Menurut pandangan para ahli seperti Adam Smith menyebut manusia dengan istilah homo homini socius yang berarti manusia menjadi sahabat bagi manusia lainnya, 

dan menurut Thomas Hobbes manusia yang satu menjadi serigala bagi manusia lain. 

Sedangkan didalam perspektif dunia Islam ,manusia dalam bahasa arab disebut dengan "Annas" ,

tetapi pertanyaannya sudahkan kita menjadi manusia seutuhnya ? 

Sudahkan kita menjadi manusia yang dijelaskan dalam Al-Quran?

dalam Qur'an surah (Al Mu'Minun:12-14) yang artinya "Dan sungguh kami telah menciptakan manusia berasal dari saripati (berasal) dari tanah, kemudian kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) ,kemudian air mani itu kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging , kemudian kami menjadikannya mahluk yang berbentuk lain" .

Dari ayat tersebut menjelaskan proses terciptanya manusia dan ayat tersebut menyatakan bahwa mahasuci Allah menciptakan manusia dengan bentuk lain,

dan dalam Qur'an surah Al Baqarah: 30 yang artinya "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat," Aku hendak menjadikan khalifah di bumi", mereka berkata ,"apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana,sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?" Dia berfirman "sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Dari ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah akan menjadikan manusia sebagai khalifahNya di bumi, khalifah berarti pengganti, yaitu pengganti dari jenis mahluk yang lain, atau pengganti dalam arti kata mahluk yang diberi wewenang oleh Allah agar melaksanakan perintahnya di muka bumi.

Sekarang pertanyaannya sudahkah kita menjadi khalifah yang Allah inginkan?  Kalau tadi surah Al Mu'minun:12-14 menjelaskan tentang proses terjadinya manusia dan Al Baqarah: 30 Allah menjadikan manusia sebagai khalifah Nya di bumi, jadi pertanyaan saya yang terakhir jawabannya kita belum menjadi khalifah Allah yang baik di muka bumi.

Jika ditelaah dengan baik, apa kurangnya Allah mengistimewakan manusia, sudah diciptakan sedemikian indah rupanya dah bahkan ditinggikan derajatnya dari mahluk lain tetapi kita masih saja kurang bersyukur. Seringkali saya malu terhadap Allah, karena saya terlalu banyak meminta dari pada bersyukur. Saya bahkan sering khilaf bahwa masih bisanya saya bernafas itu adalah rejeki dari Allah. Tetapi saya selalu merasa belum puas atas apa yang Allah berikan, saya terkadang sering berdosa seakan-akan saya tidak tau bahwa Allah melihat apa yang saya lakukan, saya malahan banyak melupakan Allah daripada mengingat Allah. Saya ingat Allah jika saya membutuhkan bantuan tapi saat saya bahagia, saya seringkali melupakan Allah dan melupakan bahwa kebahagiaan saya atas kehendak Allah, betapa hinanya kita ini .

Coba teman-teman bayangkan, kalau kita punya teman yang datang kepada kita saat ia membutuhkan bantuan saja kita marah, tetapi saat ia bahagia ia malah melupakan kita dan kita menyebutnya dengan sebutan "KACANG LUPA KULITNYA" ,

sekarang gini gantikan menjadi teman yang datang saat butuh itu sebagai kita sendiri dan membutuhkan bantuan Allah, akankah Allah menyebut kita dengan sebutan "Kacang lupa kulitnya"?  Jawabannya jelas tidak teman-teman ,di kondisi terpuruk seperti apapun, saat kita membutuhkan bantuan Allah, Ia selalu membantu kita, bahkan Ia memberikan apa yang kita inginkan .Kenapa demikian? Itu karena Allah menggangap kita sebagai hambanya, sekalipun dosa kita menumpuk jika kita benar-benar bertaubat hanya kepada Allah maka Allah ampun kan semua dosa-dosa kita yang telah lalu dan berjanji tidak akan menggulangi lagi.

Itulah Allah yang maha segalanya, Allah mempunyai 99 nama dan sifatnya yang indah tidak dimiliki oleh siapapun. Coba bayangkan selama kita hidup di dunia ini? sudah berapa banyak kita beribadah kepada Allah? dan ada berapa dosa yang kita perbuat? sudah berapa banyak Allah menguji kita dengan kesedihan tapi kita malah bersuudzon kepada Allah. Mulai saat ini marilah kita bersama-sama memperbaiki ibadah kita,memperbanyak kebaikan kita karena kita tidak tau kebaikan mana yang akan membawa kita kesurga , semoga bermanfaat untuk muhasabah diri tetap istiqomah mendapatkan ridho Allah SWT.


       Wassalammu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Rasa

Kenapa Istiqomah itu susah?