PEKAN BAKTI MAHASISWA (PBM) : Menyelesaikan masalah pendidikan sosial
Nama : Rita Silvia (11832054)
Prodi
: Bimbingan Dan Konseling Islam (
Islamic Guidance And Counseling)
Semester
: II (Dua) B
PBM Fakultas Ushuludin
Adab Dan Dakwah (FUAD) tahun 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 3 s/d 9
februari 2019. Kegiatan PBM yang dilaksanakan di desa Sungai Asam, saya terpilih
di kelompok 2 yang kelompok kami mendapat posisi mengabdi di dusun Parit Sari
Farma, desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya kabupaten Kubu Raya. Selama kami
mengggabdi di sana kami tinggal di rumah pak Sumrie, seperti nama kegiatan kami
kami tinggal di sana selama satu pekan atau satu minggu. Dalam penggabdian, kami tidak untuk bersenang-senang saja, di sana kami banyak mendapatkan pengggalaman baru dan kami juga harus
beradaptasi dengan lingkungan baru. Desa parit sari farma mayoritas
suku Madura,tak jarang dari warga masyarakat menggajak kami berbicara
menggunakan bahasa Madura apalagi dikalangan anak-anak, banyak dari mereka yang
tak bisa berbahasa Indonesia seringkali mereka berbicara menggunakan bahasa
Madura, untung saja ada teman satu kelompok saya yang bisa berbahasa Madura jadi
merekalah yang mentranslite kan untuk kami. Selama sepekan disana kami dituntut
untuk bisa bersosialisasi dengan masyarakat, dari sanalah saya banyak belajar
hal baru terutama masalah adab karena adab dan kebiasaan suku melayu berbeda
dengan Madura jadi kami juga harus menggikuti adab dan kebiasaan orang disana.
Tutur kata yang sopan yang membuat mereka segan,orang Madura menurut saya
kurang lebih dengan orang jawa mereka
semua ramah-ramah dan abad mereka luar biasa bagusnya, saya sangat
tersanjung saat saya berada disana, mereka memberlakukan tamu benar-benar di
istimewakan seperti seorang raja .
Berhubungan dengan
prodi saya yaitu BKI, berdasarkan apa yang saya lihat dan saya rasakan menurut
saya di parit sari farma hampir tidak ada masalah, untuk masalah ekonomi itu
adalah suatu hal yang wajar apalagi dikalangan masyarakat yang jauh dari pusat
kota. Akan tetapi, di sana saya menemukan suatu masalah yang harus saya teliti.
Suatu ketika saat salah satu anggota kelompok saya bersosialisasi dengan
masyarakat mereka banyak berjumpa dengan anak-anak yang mengkuti mereka teman
saya bertanya kepada salah satu anak tersebut “adek kelas berapa?’ dan anak
tersebut menjawab “saya tidak sekolah bang” kemudian teman saya bertanya lagi
“kenapa adek tidak sekolah,umur adek berapa” anak itupun menjawab lagi “saya
belum disekolahkan oleh orangtua saya,umur saya 7 tahun bang”. Percakapan itu
saya kutip saat kami breving dan evaluasi pada malam pukul 08:00-01:00,saat
breving mereka menyimpulkan bahwa faktor utama anak itu tidak sekolah adalah
kurangnya keperdulian orangtua terhadap pendidikan dan karena kurangnya
kesadaran orangtua dalam mendidik anak dan mereka bersepakat ingin
bersosialisasi meningkatkan kesadaran orangtua bahwa pentingnya pendidikan.
Saat itu saya kurang respon terhadap kesimpulan dan planning mereka karena
menurut saya masih banyak yang menggundang pertanyaan dari kesimpulan mereka.
Yang ada dalam bena’ saya pada saat itu adalah saya memiliki beberapa
pertanyaaan dan beberapa masalah yang harus saya hadapi khusunya untuk saya
calon konselor walaupun client saya tidak datang langsung kepada saya tapi saya
sendiri yang menghampiri client karena menurut saya jika benar dalam kesimpulan
mereka saat breving berarti yang akan kita hadapi adalah sosialisasi tentang
pendidikan. Adapun pertanyaan yang ada dalam pikiran saya adalah :
1.Jika orangtua di parit sari farma
kurangnya pengetahuan tentang pendidikan kenapa masih banyak anak-anak yang
sekolah?
2.Jika benar factor utama penyebebab tidak
perdulinya orangtua akan pendidikan kenapa masih banyak anak-anak mereka yang
sekolah dan setau saya khusunya orang Madura itu kebanyakan anaknya harus
tinggal di pondok pesantren
Dari pertanyaan saya diatas saya harus
memecahkan masalah yang ada disana,sampai pada hari berikutnya gantian saya dan
beberapa teman yang lain bersosialisasi,ternyata saya bisa memecahkan masalah
yang mengundang reaksi dari teman-teman,suatu ketika saat saya berkunjung ke
salah satu rumah warga ternyata rumah yang kami kunjungi adalah rumah anak yang
teman saya tanya pada saat itu maka
dengan mudah saya mencari jawaban dari apa yang saya pertanyakan. Singkat
cerita sayapun menyampaikan uneg-uneg saya pada breving dan evaluasi,saya
bercerita kepada mereka dan saya juga menyampaikan kepada mereka bahwasannya
kesimpulan mereka tadi malam tentang kurangnya kesadaran orangtua tentang
pendidikan itu kurang tepat,saya dapat menyimpulkan bahwa yang mereka maksud
itu bertolak belakang dengan pertanyaan dan jawaban saya. Adapun yang bisa saya
simpulkan dari sosialisasi saya adalah :
1. Orangtua disana bukan kurangnya
keperdulian terhadap pendidikan anak tetapi yang menjadi pertanyaan saya pada
point diatas itu benar bahwa kebanyakan dari mereka ingin anaknya menempuh
pendidikan di pondok pesantren,seperti narasumber kami pada sore hari itu
anaknya memang sudah memasuki usia sekolah bukannya beliau tidak ingin
menyengkolahkan anaknya tetapi karena pondok yang didirikan mereka belum jadi
maka anaknya belum sekolah,jikalau anak beliau harus sekolah selain di pondok
beliau tidak bisa meggantarnya lantaran beliau juga buta dan suami beliau juga
menjadi kuli banggunan pondok tsb secara otomatis tidak bisa.
2.Masalah ekonomi, seperti yang saya
tulis diatas bahwa disana ada juga masyarakat yang berekonomi lemah salah
satunya narasumber kami,walaupun beliau tidak menceritakasn langsung keadaan
ekonominya tapi disini saya bisa menyimpulkan bahwa factor selanjutnya anak
beliau tidak sekolah adalah factor ekonomi. Karena dari narasumber kami saya
sempat bertanya pada anak beliau,saya bertanya kepada anakknya kenapa ia tidak
sekolah, dan anaknya menjawab dan membisikan ke telingga saya “ngak ada tas
kak”. Saya benar-benar sedih mendengar jawaban itu,jawaban itu mengguatkan
pertanyaan saya dan saya semakin bisa menyimpulkan bahwa jika benar masalah
yang dihadapi hanya karena tidak bisa menggantar anaknya sekolah karena ia
tidak bisa melihat,secara logika jarak sekolah dari rumah mereka tidak jauh
kira-kira hanya 300 meter saja dan anak beliau juga sudah besar tidak mungkin
harus diantar bahkan ada siswa yang rumahnya lebih jauh dari rumah narasumber
kami.
Tetapi untuk masalah diatas memang tidak bisa
dipungkiri,pernyataan diataslah menjadi jawaban serta kesimpulan saya pada saat
breving,karena saya sudah mendapatkan jawaban dari permasalahan maka untuk
sosialisasi tentang pendidikan dibatalkan , dari berbagai kisah saya selama
sepekan disana hanya masalah itu yang paling menonjol dalam penggalaman
saya,selebihnya saya tidak mungkin menceritakan dan menuliskan secara detail
tetapi kisah diatas menggajarkan kita bawa benar pendidikan itu sangatlah
penting orang kaya hartanya tidak dibawa
mati tapi orang berilmu ilmunya dibawa mati, banyak sekali pelajaran
penting yang
saya dapatkan disana lebih
dari apa yang saya ketik,saya berterima kasih sekali kepada warga parit sari
farma yang telah menerima kami disana khususnya tuan rumah pak Sumrie sekelurga
yang mau menerima kami,yang sanggup mendengar keributan kami dan keluh kesah
kami selama disana, tidak akan kami lupakan apa yang kami dapatkan disana akan
menjadi sebuah cerita baru dalam scenario kehidupan kami untuk menjadi
penggalaman kami,untuk menjadi alur cerita hidup kami, karena kami tidak
mungkin terus menjadi mahasiswa nanti kami juga akan terjun ke masyarakat.
Walaupun kami seorang mahasiswa dan maha itu artinya tinggi atau besar tetapi
ilmu kami masih jauh kalah dibandingkan ilmu masyarakat disana, semoga suatu
saat nanti jika Allah memberikan umur yang panjang kita masih bisa bertemu lagi,terimakasih
juga kepada rekan kelompok dan kedua mentor saya selama sepekan ini kita berada
dalam keadaan dimana kebersamaan benar terasa,kita belajar menggenal karakter
satu sama lain dalam ikatan keluarga dan terakhir terima kasih banyak kepada
warga telah menggantarkan kepulangan kami dan sanggup menunggu sampai kapal
menjemput kami dan juga rela berpanasan demi kami, tanggisan kita pada hari
itu,pada jam itu,pada menit itu dan pada detik itu akan menjadi saksi goresan
kerinduan kami yang begitu mendalam pada kalian semua keluarga baru kami di
desa parit sari farma J
RITA SILVIA
(Islamic Guidance And Counseling 2018)

Komentar
Posting Komentar