Puisi Balada Cinta Yang Hilang
Balada Cinta Yang Hilang
Karya: Rita Silvia
Menapaki merahnya senja yang mewarnai cakrawala
Di bawah rindangnya pohon bercabang dua
Mengayunkan diri di balik utuhnya tali
Termenung bisu melihat orbit kehidupan,
Wanita itu tak lagi muda
Keriput kulitnya menjadi saksi perjalanan kehidupan,
Ia sendiri menanti kabar bahagia
Dari anak-anaknya yang jauh di pandang mata,
Menyendiri tak ada yang menemani
Berdiang di rumah yang kini sepi
Wanita itu merindukan isak tangis anaknya waktu masih bayi
Yang menangis inginkan Asi
Kini... Waktu tak seperti dulu lagi
Anak yang dulu ia susui tak pernah menemui
Suami yang yang dulu selalu menemani
Kini jauh di hadapan Illahi
Tapi cinta itu masih utuh dalam penantian
Aksara yang selalu jadi saksi akan kenyataan
Setia bersama menemani kesendirian
Hingga nanti akan dipertemukan
Sosok itu adalah pahlawan
BalasHapusWalau tidak berperang pada masa penjahahan
Namun kepahlawanannya
Melebihi pahlawan itu sendiri
Sosok yang rela berbohong
Demi melihat senyum sekar bunganya
Yang setiap malam selalu disiram
Dengan do'a dan tetesan air matanya
Sosok itu kini sudah renta
Terbawa oleh arus usia
Sudah saatnya sang bunga kembali
Menguncup sahdu dan menunduk tersipu
Sudah lama ia menanti
Sang tunas yang dulu selalu di sirami
Berharap ada di samping diri
Kala sang malakal maut datang menghampiri
Allahumma fighlahuma
Tidak lah cukup sebatas kiriman saja
Namun butuh pembuktian nyata
Pada petuah dan jejak yang dulu kala
Mari kembali
Pada sosok sang relawan suci
Jangan sampai kita terdahului
Oleh izrail yang membawa baki
Menyentuh hati :'(
Hapus