Untuk Siapa Hati Ini?


    Hati hati menempatkan hati, jika tak teliti maka akan rugi. Hati, akan mudah terkotori bila tak disemati. Hati, jangan kau bawa perasaan bila kau enggan.

    Siapakah pemilik hati ini nanti? Akankah pria berpeci atau pria berdasi.

    Shalihah yang dirahmati Allah, kita pasti pernah bertanya dalam benak kita tentang pemilik hati ini, bahkan kita penasaran nama orang yang Allah tuliskan di lauful ma'fudz.

    Berbicara masalah hati jika dipikir tidak akan ada ujungnya, tak bisa dipungkiri jika kita pernah merasakan suka, itu manusiawi. Kenapa? karena manusia diciptakan atas dasar suka dan cinta. Lalu akankah hati ini mudah ditempati?

Hati itu harus dijaga, sama halnya dengan kita menjaga pandangan. Jangan tanyakan kenapa, sebab banyak ibadah kita hangus karena hati. Tak hanya itu saja, jika kita tak pandai menjaga hati maka kebaikan ikhwan terhadap kita malah dianggap dia suka, ketika ikhwan yang ramah kepada kita malah kita anggap cinta, dan perhatiannya malah kita anggap kerinduan.

Jika itu terjadi sesungguhnya kita sudah terjebak dengan emosi diri,

Emosi diri itu yang diartikan dengan bawa perasaan (baper), kita terlalu baper, dam kita terlalu berharap. Jika kita tak bisa menguasai diri, ketika ikhwan bilang Assalamualaikum saja kita bilang dia suka, padahal sejatinya salam itu sunnah untuk semua muslim.

Jika ikhwan ngajak chatingan dengan modus bermacam-macam, seperti moment status, kemudian komentar dia kita balas lalu berujung dengan emotion yang bermacam-macam, maka sesungguhnya hati kita sedang bermasalah.
Simple saja jika tak mau mengundang rasa, jangan kamu respon jika tidak penting-penting amat.

Tenang.. Jangan takut perihal jodoh, saat ini memang kita tidak tau siapa jodoh kita, karena semua itu rahasia Allah. Tapi dapatkah kita melihat jodoh kita seperti apa?

Simak terjemahan ayat cinta berikut ini:
 Wanita wanita yang keji adalah untuk laki laki yang keji, dan laki laki yang keji adalah untuk wanita wanita yang keji pula. Dan wanita wanita yang baik adalah untuk laki laki yang baik dan laki laki yang baik adalah untuk wanita wanita yang baik pula”. (QS An Nur : 26). 

Jadi, jika kita baik hanya di hadapan manusia maka bersiaplah mendapatkan yang demikian pula. Sebab, hal sekecil itu sudah Allah janjikan dalam kitab yang sering kita baca. Bukankah kita percaya kepada Allah? Bukankah kita percaya pada nabi Muhammad Utusan Allah, dan membawa kan kitab Al-Qur’an untuk menjadi pedoman hidup kita.

Jika iya, kenapa tidak percaya pada janji Allah?
Terkadang kita manusia itu aneh, preman tapi mau dapat istri sholehah, ga pernah sholat mau dapat suami Ustadz, ga mau mengingat Allah tapi maunya masuk surga.

Hellow.... Sebaiknya kita muhasabah diri terlebih dahulu, pantas kah kita dengan keinginan yang begitu tinggi, jika merasa pantas maka pantas kan diri terlebih dahulu, agar tidak menyesal di kemudian hari.

Jadi, simpan dulu hatimu jangan berikan pada siapapun, kali ini kamu pelit karena demi kebaikanmu. Kamu pasti bertemu pada pemilik hati yang sesungguhnya, yang juga berharap bisa bertemu kamu, yang orangnya masih dirahasiakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Kita Dihadapan Allah

Tentang Rasa

Kenapa Istiqomah itu susah?